Taman Nasional Tanjung Puting awalnya adalah Suaka Margasatwa Tanjung
puting, gabungan Cagar Alam Sampit dan Suaka Margasatwa Kotawaringin,
ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1936/1937 seluas 305.000
ha untuk perlindungan orangutan (Pongo pygmeus) dan bekantan (Nasalis
Larvatus).
Taman Nasional Tanjung
Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan
Sister Park dengan negara Malaysia.
Ditetapkan sebagal Taman Nasional berdasarkan SK
Menteri Kehutanan No. 096/kpts‑11/84 tanggal 12 Mei 1984.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan
Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kptslIV‑Sek/84 tanggal 11 Desember 1984
wilayah kerja Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan meliputi areal Suaka
Margasatwa Tanjung Puting dengan luas kawasan 300.040 ha.
Terakhir, melalui SK Menteri Kehutanan No. 687/kpts‑11/96 tanggal 25
Oktober 1996, luas kawasan menjadi 415.040 ha terdiri dari Suaka Margasatwa
Tanjung puting 300.040 ha, hutan produksi 90.000 ha, dan kawasan daerah
perairan sekitar 25.000 ha..
Letak
|
Kalimantan Tengah, Indonesia
|
Kota
terdekat
|
Pangkalan Bun
|
Koordinat
|
2°56′07″LS 112°02′25″BT Koordinat: 2°56′07″LS 112°02′25″BT
|
Luas
|
3,550 km2
(1,370 sq mi)
|
Didirikan
|
1982
|
Pengunjung
|
2,046(tahun 2007)
|
Pihak
pengelola
|
Menteri Kehutanan
|
Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional
yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.
Secara geografis terletak antara
2°35'-3°20' LS dan 111°50'-112°15' BT
meliputi wilayah kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di kecamatan Hanau
serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan


0 komentar:
Posting Komentar