Jumat, 12 Juni 2015

Latar Belakang dan Letak Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting awalnya adalah Suaka Margasatwa Tanjung puting, gabungan Cagar Alam Sampit dan Suaka Margasatwa Kotawaringin, ditetapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1936/1937 seluas 305.000 ha untuk perlindungan orangutan (Pongo pygmeus) dan bekantan (Nasalis Larvatus).
Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan Sister Park dengan negara Malaysia.
Ditetapkan sebagal Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 096/kpts‑11/84 tanggal 12 Mei 1984.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam No. 45/kptslIV‑Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 wilayah kerja Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan meliputi areal Suaka Margasatwa Tanjung Puting dengan luas kawasan 300.040 ha.
Terakhir, melalui SK Menteri Kehutanan No. 687/kpts‑11/96 tanggal 25 Oktober 1996, luas kawasan menjadi 415.040 ha terdiri dari Suaka Margasatwa Tanjung puting 300.040 ha, hutan produksi 90.000 ha, dan kawasan daerah perairan sekitar 25.000 ha..
Letak
Kalimantan Tengah, Indonesia
Kota terdekat
Pangkalan Bun
Koordinat
2°56′07″LS 112°02′25″BT Koordinat: 2°56′07″LS 112°02′25″BT
Luas
3,550 km2 (1,370 sq mi)
Didirikan
1982
Pengunjung
2,046(tahun 2007)
Pihak pengelola
Menteri Kehutanan
Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.

Secara geografis terletak antara 2°35'-3°20' LS dan 111°50'-112°15' BT meliputi wilayah kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di kecamatan Hanau serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan



Potensi objek wisata di Tanjung Puting

1.      Tanjung Harapan
Tanjung Harapan merupakan bagian dari Taman Nasional Tanjung Puting yang ditunjuk sebagai zona pemanfaatan dan dikembangkan untuk kegiatan ekoturisme serta dilengkapi dengan pusat informasi informasi, wisma tamu, menara pengintai, dan camping ground.
Di samping itu, lokasi ini juga merupakan tempat kegiatan rehabilitasi Orangutan yang dilengkapi dengan fasilitas pemeliharaan kesehatan (klinik) untuk merawat Orangutan yang mash kecil sebelum dilepas ke alam bebas taman nasional. Wisatawan dapat melhat atraksi pemberian makan Orangutan tiap jam 08.00 WIB dan jam 14.30 WIB dan bisa melakukan tracking.

2.      Pondok Tanggui
Pondok Tanggui juga merupakan pusat rehabilitasi untuk orang utan yang pernah ditangkap. Di kedua pusat pelestarian ini, anda akan mendapatkan kesempatan untuk melihat dari dekat primata menakjubkan ini dan belajar lebih banyak tentang bagaimana kita dapat melindungi spesies yang terancam punah dari pulau Kalimantan.

3.      Camp Pondok Ambung

4.      Camp Leakay
Camp Leakey, tempat pelestarian Orangutan. memang sebelum menuju ke camp leakey ini ada terdapat camp camp lain seperti Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Pondok Ambung, dan yang terakhir adalah camp leakey. Kamp ini merupakan yang terbesar dan dibangun pada tahun 1971. tempat ini merupakan lokasi berlindung orangutan yang diselamatkan dari perburuan liar. Saat ini kamp ini dikenal sebagai pusat penelitian dari  orangutan ini. Kita dapat mempelajari orang utan di pusat informasi Camp Leakey. Memberi makan orang utan tidak diperbolehkan di Camp Leakey dan camp-camp yang lain.  Camp iniakan selalu dijaga dan tetap penting karena orang utan merupakan spesies yang terancam punah, terancam oleh dampak deforestasi dan perdagangan ilegal hewan peliharaan.


Camp Leakey



Salah satu orangutan yang paling tua di TNTP


Potensi dari Tanjung Puting

1.      Ekosistem
a)      Iklim
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting beriklim ekuatorial. Suhu maksimum berkisar antara 31-33oC, sedangkan suhu minimum berkisar antara 18‑21oC. Suhu terendah biasanya terjadi bersamaan dengan musim kemarau, antara bulan Juli-September.Curah hujan berkisar antara 2000-3000 mm/tahun dengan kelembaban nisbi berkisar antara 55 s/d 98%.
b)      Tanah
Pada umumnya, tanah di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting kurang subur dan hanya mampu mendukung usaha pertanian yang bersifat temporer. Semua tanah bersifat sangat asam dengan pH antara 3,8-5,0. Di rawa‑rawa daerah hulu, tanah memiliki kandungan unsur organik yang lebih tinggi dan formasi gambut tersebar luas dengan ketebalan sampai 2 meter.
c)      Geologi
Tanjung Puting, relatif berumur geologi muda. Daerah berawa‑rawa datar yang meluas ke pedalaman, sekitar 5-20 km dari pantai, mungkin hanya berumur ratusan sampai ribuan tahun saja. Sebagian besar sedimen tanah/lumpur adalah alluvial muda.
d)      Topografi
Secara umum, topografi TNTP adalah datar sampai bergelombang dengan ketinggian 0 meterdari permukaan laut. Di bagian utara, terdapat beberapa punggung pegunungan yang rendah dan bergelombang, serta umumnya mengarah ke selatan. Akan tetapi, di sebelah selatan Sungai Sekonyer tidak terdapat pegunungan atau bukit.




Sungai Sekonyer

2.    Flora
Tumbuhan endemik di Tanjung Puting ini adalah kayu ulin atau yg dikenal dengan kayu besi, kayu ini hanya terdapat di pulau Kalimantan. Kayu ulin ini banyak terdapat di Tanjung Puting. yang membuat terkenal Kayu ulin atau Besi ini adalah jenis kayu yg paling kuat diantara semua jenis kayu,karena kayu ini dapat bertahan di segala medan cuaca.

Jenis‑jenis flora utama di daerah utara kawasan ini adalah hutan kerangas dan tumbuhan pemakan serangga seperti kantung semar (Nephentes sp). Hutan rawa gambut sejati ditemukan di bagian tengah kawasan dan di tepi beberapa sungai.

Di daerah utara menuju selatan kawasan terdapat padang dengan jenis tumbuhan belukar yang luas. Tumbuhan di daerah hulu sungai utama terdiri atas rawa rumput yang didominasi oleh Pandanus sp dan bentangan makrofita (bakung) yang mengapung,di daerah pantai meliputi hutan bakau (mangrove) dan lebih jauh ke daratan yaitu di kawasan payau pada muara‑muara sepanjang sungai utama, terdapat tumbuhan asli nipah. Untuk daerah pesisir pantai berpasir, banyak ditumbuhi tumbuhan marga Casuorina, Pandanus, Podocarpus, Scaevola, dan Barringtonic.
Jenis‑jenis tumbuhan lain yang dapat ditemui di TNTP adalah meranti (Shorea sp), ramin (Gonystylus banconus),  jelutung (Dyera costulatc), gaharu, kayu lanan, keruing rawa(Dipterocarpussp), ulin (Eusideroxylon zwogeri), Tengkawang (Drocomentelos sp), dll.
3.    Fauna
a)    Orangutan
Orangutan merupakan jenis primata yang begitu populer di TNTP. Hal tersebut terkait dengan predikatnya sebagai hewan langka yang dilindungi.


b)      Bekantan (Kera Belanda)
Jenis Primata ini merupakan hewan Endemik Kalimantan, hidup atau dapat dijumpai hanya di pulau ini serta Pulau Laut yang letaknya sangat dekat dengan Pulau Kalimantan. Di
TNTP, bekantan hidup terbatas pada habitat hutan rawa gambut dan hutan tanah kering di tepian atau sepanjang sungai serta di hutan nipah‑bakau. Pada siang hari, bekantan mencari makan sampai sejauh 1,5 km dari sungai, namun pada malam hari mereka tidur di pepohonan. Bekantan adalah primata pemakan daun‑daunan dan buah‑buahan. Mereka memakan daun-­daun mucia dan biji buah‑buahan yang belum masak dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka hidup dalam kelompok yang terdiri dari 3‑23 ekor.
c)      Kera Ekor Panjang
Habitat dari kera ekor panjang di Tanjung Puting terbatas pada hutan rawa gambut dan hutan tanah kering yang berada di tepian atau sepanjang sungai‑sungai besar serta hutan nipah‑bakau sepanjang pantai. Satwa yang mudah beradaptasi ini hidup secara bergerombol dengan “pasukan” Monyet jantan serta berjumlah sekitar 12‑30 ekor perkelompok.
d)     Owa-Owa
Secara keseluruhan, sifat adaptasi dari kerabat owa adalah sangat khas dan hampir sama sekali tidak menyerupai sifat adaptasi Monyet atau Kera lainnya. Di manapun owa dijumpai, mereka secara eksklusif mempunyai teritori di tempat yang tinggi, serta hidup dalam kelompok‑kelompok keluarga yang kecil yang terdiri dari jantan dewasa, betina dewasa, dan anak‑anak yang masih bergantung pada induknya. Owa juga sangat rapuh terhadap rusaknya habitat, terutama karena mereka tidak mungkin meninggalkan habitatnya sampai areal tersebut benar‑benar rusak.
e)      Burung
Jenis Burung yang paling penting di TNTP adalah Sindanglawe (storm’s stork, Ciconia stormii), yang dinyatakan termasuk dari 20 jenis burung bangau yang paling langka di dunia (Hancock, Kushion and Kohl, 7992) serta dimasukkan ke dalam kategori terancam kepunahan oleh ILICK. Dibanding dengan kawasan lain di Indonesia yang terdapat burung ini, Tanjung Puting mungkin dapat dikatakan yang memiliki densitas paling besar. Sifat ekologis burung ini sangat mirip dengan bangau hitam (Ciconic nigra). Dan burung-burung lainnya.
f)             Hewan-hewan lainnya yang kurang populer di TNTP. Seperti: buaya yang berada di sungai Sekonyer (salah satu alasan kenapa wisatawan tidak diperbolehkan mandi), ikan, ular, serta serangga. Dan hewan-hewan lainnya.


Hal - Hal Yang Perlu Diketahui


1. Di kawasan TNTP ini signal HP sangat jarang, semakin memasuk kawasan TNTP anda tidak dapat signal. Untuk menghemat baterai ganti signal anda dengan EDGE. Dan hindari berpakaian berwarna hitam pada saat ke TNTP karean serangga menyukai pakain gelap.

2. Akomodasi menuju TNTP
Untuk akomodasi di Tanjung Puting menggunakan klotok/kapal wisata.
Harga klotok variatif sesuai dengan ukuran dan mesin kapal:
a) Untuk tour 1 hari: 1,3jt-2jt
b) Untuk tour 2 hari: 750rb-1jt/harinya
c) Untuk tour 3 hari sampai seterusnya: 600rb-1jt/harinya 
Catatan: ini Cuma harga klotok saja belum termasuk makan


Cara terbaik menuju Taman Nasional tanjung Puting adaiah melalui Kumai, kota kecamatan dan kota pelabuhan laut yang terletak 15 km dari Pangkalan Bun (Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat). 

Untuk menuju Pangkalan Bun dari Pulau Jawa dapat dicapai dengan menggunakan pesawat udara. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari Semarang ke Pangkalan Bun. 

Demikian pula jika melalul kota kota di Kalimantan seperti Pontianak, Ketapang, atau Banjarmasin, ada maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Pangkalan Bun. Kemudian, dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun dapat menggunakan taxi carteran ke Kumai.

Untuk mencapai lokasi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dari Kumai dapat menggunakan klotok atau speed boat.
Dengan Speed Boat: 
Kumai   Tanjung Harapan (20 km) : 0,5 jam
Kurmai   Pondok Tanggui (30 km) : 1,0 jam 
Kumai   Camp Leakey (40 km) : 1,5 jam
Dengan Klotok: 
Kumai   Tanjung Harapan (20 km) : 1,5 jam 
Kumai   Pondok Tanggui (30 km) : 3,0 jam 
Kumai   Camp Leakey (40 km) : 4,5 jam

Sebagai daerah tujuan wisata, faktor pendukung seperti penginapan sudah banyak berkembang. Penginapan kelas melati mudah ditemui di Pangkalan Bun ataupun Kumai. Bila ingin lebih dekat dengan alam dalam suasana hutan, sudah tersedia Rimbalodge dan Ecolodge di pinggir Sungai Sekonyer berbatasan dengan taman nasional, atau Wisma Tamu Taman Nasional Tanjung Puting atau dapat menginap di klotok yang dicarter bila ingin mencari suasana lain.
wisatawan juga mempunyai 3 pilihan lainnya. Mulai dari guest house di desa setempat, Hotel Rimba Lounge yang merupakan penginapan yang cukup mewah dengan fasilitas AC, Air Panas, Restoran dan deposit box dan yang selama ini lebih banyak dipilih wisatawan adalah tidur diatas kelotok.
suasana ruang penginapan di dalam klotok

3. Guide: untuk guiding fee 250rb/hari (untuk guiding 1-4 orang) dan kalo yang dipandu lebih dari               4 orang biasanya harganya bisa nego lagi.



Guide : guide ini juga semua terhimpun dalam wadah organisasi profesi
yaitu HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia).

4. Juru Masak : adalah orang yang akan memasak di klotok dan menyiapkan segala kebutuhan   makanan selama di klotok.
Untuk bayaran juru masak ini adalah 120rb/4org/hari, klo lebih dari 4
orang, misalkan 5 orang maka 120 + 30 = 150rb/harinya, jadi setiap
nambah orang nambah juga bayarannya yaitu sebesar 30rb/orangnya.




5. Ijin masuk :
Wisatawan nusantara : tiket masuk 12rb/orang/hari, 5rb/camera, 15rb/handycam, tiket klotok 
    50rb/klotok, tiket parkir klotok 10rb/hari.                                
Wisatawan asing : tiket masuk 120rb/org/hari, 50rb/camera, 150rb/handycam, tiket klotok 50rb/klotok dan tiket parkir klotok 10rb/hari.
6. Makanan dan minuman: ini bisa menyesuaikan dengan budget si wisatawan mereka mau menu yang gimana, untuk gambaran 1 orang 100rb/org/hari - 200rb/org/hari.






Ketentuan lain
Berikut ini beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh para pengunjung kawasan TNTP, 
  • Mentaati petunjuk petugas di lapangan 
  • Tidak membuat api yang tidak perlu 
  • Tidak mengganggu/mengambil satwa dan tumbuhan 
  • Tidak membawa cat, senjata api/senjata tajam 
  • Tidak membuang sampah sembarangan 
  • Tidak berenang di sungai karena banyak buaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.